Tampilkan postingan dengan label 2. SAINS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2. SAINS. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Maret 2012

Berhentinya Pertumbuhan

Rata-rata bayi mempunyai tinggi kira-kira satu kaki, delapan inci pada waktu dilahirkan. Dalam waktu 20 tahun berikutnya, manusia berkembang tiga kali lipat dari panjang tubuh ketika ia dilahirkan dan mencapai tinggi rata-rata sekitar lima kaki delapan inci.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjP_tD7uj76mxKoQ7QOOICQ13I6fQ0JBbT49qH6qWLowoNAS33LL2LA9ZVTbKyhiBvKOK4gdRej4NyMlgQPZiLLEO_y7x1BrP2uoZ_hSrI1Ccd2ZLE3QjlI7wwkIhU0oc66iQcQWAZVBFo/s400/2-11a.jpg
Mengapa manusia tidak terus bertumbuh? Apa yang membuat tubuh berhenti bertambah besar? Di dalam tubuh terdapat sistem kelenjar-kelenjar yang dinamakan kelenjar-kelenjar endokrin yang mengendalikan pertumbuhan tubuh kita.

Kelenjar-kelenjar endokrin adalah: kelenjar tiroid (kelenjar gondok) di leher, kelenjar di bawah otak yang menempel pada otak, kelenjar timus yang terdapat di dalam dada, dan kelenjar kelamin. Kelenjar di bawah otak adalah kelenjar yang merangsang pertumbuhan tulang-tulang kita.

Jika kelenjar itu terlalu banyak bekerja, lengan dan kaki kita tumbuh terlalu panjang serta tangan dan kaki kita menjadi terlalu besar. Jika kelenjar tidak bekerja cukup keras, kita mungkin akan tumbuh sebagai orang kerdil.

Seorang anak dilahirkan dengan kelenjar timus yang besar dan kelenjar itu tetap menjadi semakin besar selama masa kanak-kanak. Ketika seorang anak mencapai usia 13 atau 14 tahun, kelenjar timus mulai menyusut.

Kelenjar timus dan kelenjar kelamin mungkin mempunyai hubungan tertentu. Selama kelenjar timus bekerja, kelenjar-kelenjar kelamin tetap kecil. Pada waktu kelenjar-kelenjar kelamin berkembang, kelenjar timus berhenti bekertja. Inilah sebabnya mengapa ketika seseorang menjadi dewasa secara seksual pada usia kira-kira 22 tahun, ia akan berhenti bertumbuh!

Kadang-kadang kelenjar-kelenjar kelamin terlalu cepat berkembang dan menghambat pertumbuhan kelenjar timus lebih cepat. Hal ini sering kali membuat seseorang mempunyai tinggi badan di bawah rata-rata.

Karena kaki kita bertumbuh lebih lambat dan lebih dari bagian-bagian tubuh lainnya, perkembangan awal ini membuat kaki menjadi pendek. Itulah sebabnya mengapa orang-orang berkembang terlalu cepat sering kali bertumbuh pendek dan gemuk. Napoleon adalah contoh dari jenis orang ini.

Jika kelenjar-kelenjar kelamin berkembang terlalu lambat, kelenjar timus tetap bekerja dan orang itu menjadi lebih tinggi dari ukuran tinggi rata-rata. Sebenarnya, kita tetap bertumbuh sedikit bahkan setelah mencapai usia 25 tahun, dan kita mencapai tinggi maksimum kira-kira pada usia 35 atau 40 tahun.

Setelah itu tubuh kita menyusut kira-kira setengah inci setiap 10 tahun sekali! Alasan untuk ini adalah mengeringnya tulang-tulang rawan di dalam sendi-sendi kita dan di dalam tulang belakang pada waktu kita bertambah tua.

Penyebab Kebotakan

5 Penyebab Kebotakan

Posted by: LAELAMARUFI on: 14 April 2010
 
 
 
 
 
 
i
 
1 Votes
Quantcast
Peneliti di universitas McGill, King’s College London, dan GlaxoSmithKline Inc. telah mengidentifikasikan 2 varian genetik pada ras Kaukasia yang saling bekerjasama menyebabkan 7 kali peningkatan risiko kebotakan pada pria. Hasil penelitian mereka dipublikasikan di Journal Nature Genetiks.
Sekitar 1/3 dari pria mengalami pola kebotakan pada usia 45 tahun. Kondisi sosial dan ekonomi dipertimbangkan sebagai salah satu penyebab. Pola kebotakan pada pria adalah jenis umum dari kebotakan, dimana rambut rontok dengan pola tertentu dimulai diatas kedua pelipis dan menghasilkan suatu bentuk-M pada garis rambut. Diperkirakan sekitar 80% kasus merupakan keturunan.
Penelititan ini diketuai oleh Dr. Vincent Mooser dari GlaxoSmithKline, Dr. Brent Richards dari Fakultas Kedokteran Universitas McGill, dan Dr. Tim Spector dari King’s College. Penelitian yang juga dilakukan di Iceland, Switzerland, dan Belanda ini dilakukan pada 1125 pria Kaukasia yang mengalami pola kebotakan. Mereka menemukan 2 varian genetik yang masih belum diketahui pada kromosom 20 yang berhubungan dengan angka peningkatan kebotakan pada pria. Para peneliti mengkonfirmasikan temuan ini pada penelitian lain yag melibatkan 1650 pria Kaukasia.
“Saya memperkirakan bahwa pola kebotakan pada pria ini disebabkan oleh genetik yang sama pada non-kaukasia,” kata Richard, asisten profesor di epidemiologi genetik, “namun kami belum meneliti populasi tersebut sehingga masih belum didapatkan bukti yang pasti.”
Meskipun para peneliti tersebut mengatakan penemuan ini adalah suatu terobosan ilmiah, namun mereka juga menyebutkan bahwa terapi untuk kebotakan pada pria belum ditemukan. “Kami hanya mengidentifikasikan penyebabnya, mengobati kebotakan pada pria akan membutuhkan penelitian lebih lanjut,” kata Richard. “Namun tentu saja langkah pertama menemukan obatnya adalah mengidentifikasikan penyebabnya.”
Para peneliti sudah lama menemukan bakwa varian genetik dari kromosom-X berkaitan dengan pola kebotakan pada pria. Hal tersebutlah yang menjadi dasar pernyataan bahwa kebotakan diturunkan dari sisi Ibu. Bagaimanapun juga, kemungkinan kebotakan ini terjadi karena beberapa jenis gen. Sampai sekarang, belum ada yang berhasil mengidentifikasikan jenis gen yang lain. Kesimpulan yang dapat diambil adalah 1 dari 7 pria memiliki risiko mempunyai varian genetik penyebab kebotakan tersebut.
Kelainan DNA merupakan satu dari tujuh penyebab kebotakan dini yang dialami sebagian pria, demikian kesimpulan yang diperoleh tim peneliti internasional.
Hasil analisa DNA dari 5000 sukarelawan termasuk pria dengan kebotakan dini maupun tidak berhasil menemukan dua rantai genetik yang berkaitan dengan kebotakan dini. Satu dari tujuh pria memiliki kedua variasi gen seperti yang dilaporkan Nature Genetics.
Para peneliti mengatakan, keberhasilan memprediksi proses kebotakan akan mendorong pengembangan cara pencegahan terjadnya kebotakan. Satu dari gen resoptor androgen berkaitan dengan penyebab kebotakan dini pada pria terletak pada kromosom 20 yang terdapat dalam gen.
Kebotakan dini pada pria atau dikenal dengan androgenic alopecia, diyakini akan diwariskan pada keturunan penderita. Para peneliti mengatakan, perlu kerja keras lebih jauh untuk mengetahui pengaruh gen terhadap resiko kebotakan.
Hal yang sama juga ditemukan peneliti lain di Inggris, Islandia dan Belanda terhadap sekelompok masyarakat yang mengalami kebotakan dini, dan yang mengejutkan dialami sejumlah wanita.
Studi kedua yang dipublikasikan Nature Genetics menemukan keterkaitan antara kebotakan dan kromoson 20.
Peneliti asal Jerman mengatakan, gen pria yang menderita kebotakan terdapat kromosom X yang diwariskan dari ibu penderita.
Menurut mereka,berbeda dengan kromosom x, kromosom 20 diwariskan dari ayah dan ibu penderita, dan mungkin menjadi alasan mengapa kebotakan secara bersamaan terjadi pada ayah dan anak.
Peneliti asal Kings Collage London, Dr Tim Spector mengatakan, pihaknya menemukan sekitar 14% pria mewariskan kedua variasi gen tersebut.
“Sekarang kami memiliki sebuah alat diagnosa bagi mereka yang ingin mengetahui kemungkinan kebotakan pada rambut mereka sebelum usia 50 tahun. Akan tetapi kemungkinan alat tersebut tidak akan digunakan banyak orang dikarenakan belum ditemukan cara pencegahan kebotakan dini,” ujarnya.
Dia menambahkan, pihaknya berharap kepada perusahaan farmasi untuk mengembangkan krim,jel atau pil untuk mencegah dimulainya kebotakan dini.
“Harapan lain adalah diketahuinya bagaimana gen tersebut bekerja. Hal tersebut membuat terapi gen lebih mudah dilakukan untuk mengatasi problem kebotakan,” tambahnya.
Profesor Van Randall dari pusat penelitian kulit Universitas Bradford mengatakan, perkembangan penemuan sungguh menganggumkan meskipun masih terjadi perdebatan apakah kaum pria diuntungkan dengan sejumlah penemuan mengenai masalah kebotakan.
Dia menambahkanan,”Lebih mudah mencegah ketimbang menumbuhkan rambut mereka. Karena masalah kebotakan pada pria lebih disebabkan karena masalah keturunan dan dapat dimengerti bahwa seharusnya segera ditemukan upaya pencegahannya,” ujarnya.
Kebotakan merupakan salah satu masalah umum yang terjadi pada rambut. Masalah ini bisa terjadi pada perempuan ataupun laki-laki, namun unumnya banyak terjadi pada kaum laki-laki.
Masalah kebotakan biasanya diawali dengan rambut yang mudah rontok dan patah. Rambut yang rontok ini biasanya dimulai dari d.ahi dan makin lama makin mundur, sehingga menyebabkan kebotakan di daerah depan kepala.
Namun, pada beberapa orang justru ada yang mengalami kebotakan di daerah tengah rambutnya. Ada berbagai faktor yang bisa menyebabkan kebotakan, beberapa diantaranya mungkin tidak bisa dikontrol.
Berikut ini adalah beberapa penyebab kebotakan, seperti dikutip dari eHow, Jumat (14/8/2009):
1. Faktor turunan, American Academy of Family Physicians menyatakan bahwa penyebab kebotakan yang paling umum adalah karena faktor keturunan. Jika orang tua mengalami kebotakan maka kemungkinan salah satu anaknya ada yang mengalami kebotakan juga.
2. Hormon yang tidak seimbang, penyebab kebotakan karena hormon yang tidak seimbang seperti androgens dan estrogens atau tidak terlalu aktifnya kelenjar tiroid. Kondisi hormonal ini bisa diatasi dengan mengunjungi dokter dan melakukan perawatan.
3. Efek setelah operasi, American Academy of Family Physicians mengatakan bahwa kebotakan kadang-kadang terjadi tiga atau empat bulan setelah menjalani operasi besar. Namun, setelah beberapa waktu berlalu rambut bisa tumbuh kembali.
4. Pengaruh obat-obatan, beberapa pengobatan seperti pengencer darah, pengobatan untuk tulang, kemoterapi dan obat antidepresi bisa menyebabkan rambut rontok yang dapat memicu kebotakan.
5. Akibat infeksi jamur, infeksi jamur yang terjadi di kulit kepala bisa menyebabkan kebotakan, sebaiknya segera diobati dengan obat anti jamur atau berkonsultasi dengan dokter kulit.
Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya kebotakan, kecuali untuk faktor-faktor tertentu yang memang tidak bisa dicegah. Untuk mencegah kebotakan ikuti beberapa langkah berikut ini:
1. Awali pagi Anda dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan seimbang. Dengan mengkonsumsi makanan yang sehat, akan memberikan nutrisi yang bisa melindungi kulit kepala dan kantung rambut. Makanan yang mengandung protein tinggi sangat baik untuk pertumbuhan rambut dan kuku.
2. Cobalah untuk lebih banyak mengkonsumsi air putih. Air adalah salah satu cairan yang dibutuhkan oleh tubuh termasuk rambut, karena kulit kepala akan menjadi lebih sehat jika banyak air putih yang masuk ke dalam tubuh.
3. Konsumsilah multivitamin. Khususnya yang mengandung nutrisi seperti beta karoten yang sangat penting dalam pertumbuhan dan perawatan rambut.
4. Minum vitamin B kompleks karena mengandung protein tinggi yang baik untuk rambut, kuku dan kulit. Jika kulit sehat, maka akan membuat kulit kepala menjadi lebih sehat sehingga mencegah kebotakan dan mendorong pertumbuhan rambut.
Setelah mengetahui penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya, mudah-mudahan Anda bisa terhindar dari masalah kebotakan ini.
http://narutosakti.blogspot.com/2009/08/5-penyebab-masalah-kebotakan.html

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:
WordPress.com Logo
You are commenting using your WordPress.com account. ( Log Out / Ubah )
Twitter picture
You are commenting using your Twitter account. ( Log Out / Ubah )
Facebook photo
You are commenting using your Facebook account. ( Log Out / Ubah )
Connecting to %s
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Tumbuhan Pemangsa Binatang

Venus si Tumbuhan Pemangsa Serangga


Pemangsa SeranggaVenus merupakan jenis tumbuhan yang mempunyai kemampuan yang hebat sekali dalam berburu. Tumbuhan venus termasuk tumbuhan pemangsa serangga. Venus memiliki cara berburu dengan menjebak karena terdapat perangkap di tubuhnya. Venus seringkali menangkap dan memakan serangga yang menghinggapinya.

Serangga seringkali terkecoh oleh tumbuhan Venus. Tampilan venus beraroma khasnya mampu memancing serangga untuk menghampiri dan hinggap di tubuh Venus. Dengan tanpa curiga sedikitpun, serangga sering mendekat tanpa merasa curiga padahal bahaya sedang mengintainya.

Saat serangga menghampiri dan hinggap di tubuh Venus, langsung saja Venus bergerak melipat dan menutup rapat daun-daunnya. Katup yang tedapat di tubuh Venus seperti bertaring laksana mulut suatu hewan. Gerakan tutup katupnya sering membuat serangga terperangkap di antara daun-daun. Katup ini semakin lama semakin erat apitannya.
Venus lantas mengeluarkan cairan penghancur dan pelarut daging. Karena tidak hanya serangga, katak sekalipun kerap jadi korban tumbuhan ini. Dalam waktu yang cepat, Venus melumat mangsanya sampai hancur seperti bubur lalu melahap korban.

venus menangkap katak
Tumbuhan Venus mampu menutup daun-daunnya dengan cepat sekali. Bila manusia mengatupkan jari tangannya dengan cepat maka Venus lebih cepat lagi dibandingkan manusia. Terbukti, manusia sering meleset saat menangkap seekor lalat yang sedang hinggap pada telapak tangannya, sebaliknya tumbuhan Venus dengan mudah melakukannya.

serangga venus
Sistem elektrik rumit yang dimiliki tumbuhan Venus yang membantu Venus mahir sekali melakukannya. Seandainya Venus memiliki kemampuan berfikir, apa yang akan dilakukannya dengan modal kemampuannya tersebut? Ini semua mahakarya sang pencipta, Allah Swt. Seperti firman Allah: Dan berapa banyak binatang yang tidak dapat membawa rizkinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Ankabuut, 29:60) [harunyahya.com]
Lidyasaid...
tumbuhan pun diberikan rizky oleh Allah ya
adetrunasaid...
@Lidya, betul sekali mbak...
r10said...
aku kok lihat tanaman itu maunya ngetes pakai tanganku sendiri yah :D
adetrunasaid...
@r10, sekalian aja jajal cepat mana antara calon korban dan pemangsa, iya? :P

Post a Comment

Sopan berkata santun bertutur.—terima kasih

Rantai Makanan

Manusia adalah salah satu dari makhluk hidup yang diciptakan Sang Pencipta sebagai makhluk sosial. Artinya ia membutuhkan makhluk hidup lain dalam kehidupannya. Salah satu kebutuhan pokok manusia dan makhluk hidup lainnya adalah makan. Dalam proses makan ada yang disebut dengan rantai makanan. Rantai makanan adalah perpindahan energi makanan dari sumber daya tumbuhan melalui seri organisme atau melalui jenjang makan (tumbuhan-herbivora-carnivora).
Pada setiap tahap pemindahan energi, 80%–90% energi potensial hilang sebagai panas, karena itu langkah-langkah dalam rantai makanan terbatas 4-5 langkah saja. Dengan perkataan lain, semakin pendek rantai makanan semakin besar pula energi yang tersedia.
Ada dua tipe dasar rantai makanan: 
  1. Rantai makanan rerumputan (grazing food chain). Misalnya: tumbuhan-herbivora-carnivora.
  2. Rantai makanan sisa (detritus food chain). Bahan mati mikroorganisme (detrivora = organisme pemakan sisa) predator.
Macam-macam rantai makanan
Para ilmuwan ekologi mengenal tiga macam rantai pokok, yaitu rantai pemangsa, rantai parasit, dan rantai saprofit. 
  1. Rantai Pemangsa
  2. Rantai pemangsa landasan utamanya adalah tumbuhan hijau sebagai produsen. Rantai pemangsa dimulai dari hewan yang bersifat herbivora sebagai konsumen I, dilanjutkan dengan hewan karnivora yang memangsa herbivora sebagai konsumen ke-2 dan berakhir pada hewan pemangsa karnivora maupun herbivora sebagai konsumen ke-3.
  3. Rantai Parasit  
  4. Rantai parasit dimulai dari organisme besar hingga organisme yang hidup sebagai parasit. Contoh organisme parasit antara lain cacing, bakteri, dan benalu.
  5. Rantai Saprofit  
  6. Rantai saprofit dimulai dari organisme mati ke jasad pengurai. Misalnya jamur dan bakteri. Rantai-rantai di atas tidak berdiri sendiri tapi saling berkaitan satu dengan lainnya sehingga membentuk faring-faring makanan. 
Kumpulan dari rantai makanan nantinya akan menjadi sebuah jaring, yang sering disebut dengan jaring-jaring makanan.
Pada ekosistem, setiap organisme mempunyai suatu peranan, ada yang berperan sebagai produsen, konsumen ataupun dekomposer. Produsen adalah penghasil makanan untuk makhluk hidup sedangkan konsumen adalah pemakan produsen. Produsen terdiri dari organisme-organisme berklorofil (autotrof) yang mampu memproduksi zat-zat organik dari zat-zat anorganik (melalui fotosintesis). Zat-zat organik ini kemudian dimanfaatkan oleh organisme-organisme heterotrof (manusia dan hewan) yang berperan sebagai konsumen.
 Image
Sebagai konsumen, hewan ada yang memakan produsen secara langsung, tetapi ada pula yang mendapat makanan secara tidak langsung dari produsen dengan memakan konsumen lainnya. Karenanya konsumen dibedakan menjadi beberapa macam yaitu konsumen I, konsumen II, dan seterusnya hingga konsumen puncak. Konsumen II, III, dan seterusnya tidak memakan produsen secara langsung tetapi tetap tergantung pada produsen, karena sumber makanan konsumen I adalah produsen. Peranan makan dan dimakan di dalam ekosistem akan membentuk rantai makanan bahkan jaring-jaring makanan. Perhatikan contoh sebuah rantai makanan ini: daun berwarna hijau (Produsen) --> ulat (Konsumen I) --> ayam (Konsumen II) --> musang (Konsumen III) --> macan (Konsumen IV/Puncak). Coba Anda buat sebuah rantai makanan seperti contoh, Anda pernah melakukannya sewaktu di SMP bukan?
Dalam ekosistem rantai makanan jarang berlangsung dalam urutan linier seperti di atas, tetapi membentuk jaring-jaring makanan (food web).
Peran dekomposer ditempati oleh organisme yang bersifat saprofit, yaitu bakteri pengurai dan jamur saproba. Keberadaan dekomposer sangat penting dalam ekosistem. Oleh dekomposer, hewan atau tumbuhan yang mati akan diuraikan dan dikembalikan ke tanah menjadi unsur hara (zat anorganik) yang penting bagi pertumbuhan tumbuhan. Aktivitas pengurai juga menghasilkan gas karbondioksida yang penting bagi fotosintesis. Coba Anda pikirkan apakah yang terjadi jika di dunia ini tidak ada bakteri pengurai dan jamur saproba?
Pada hakikatnya dalam organisasi kehidupan tingkat ekosistem terjadi proses-proses sirkulasi materi, transformasi, akumulasi energi, dan akumulasi materi melalui organisme. Ekosistem juga merupakan suatu sistem yang terbuka dan dinamis. Keluar masuknya energi dan materi bertujuan mempertahankan organisasinya serta mempertahankan fungsinya. Zat-zat anorganik dalam suatu ekosistem tetap konstan atau seimbang, mengapa? Ya, karena unsur-unsur kimia esensial pembentuk protoplasma beredar dalam biosfer melalui siklus biogeokimiawi. Contoh siklus biogeokimiawi adalah siklus carbon, siklus oksigen, siklus nitrogen, siklus fosfor, dan siklus sulfur. (Materi ini akan Anda pelajari khusus pada materi Daur Biogeokimia.) Maka dari itulah keseimbangan dalam ekosistem sangat penting untuk selalu terjaga.
Namun keseimbangan ekosistem dapat terganggu jika komponen-komponen penyusunnya rusak atau bahkan hilang. Apakah yang menjadi penyebab rusaknya keseimbangan ekosistem? Ya benar, selain karena bencana alam, ekosistem dapat rusak akibat perbuatan manusia. Coba Anda berikan contoh kerusakan ekosistem akibat bencana alam? Ya betul, contoh kerusakan ekosistem akibat bencana alam adalah letusan gunung berapi, dimana lahar panasnya dapat mematikan organisme (hewan dan tumbuhan) dan mikroorganisme yang dilaluinya. Dapatkah Anda berikan contoh lainnya? Coba Anda berikan pula contoh kerusakan ekosistem akibat perbuatan manusia! Ya benar, penggundulan hutan, serta pencemaran air, tanah dan udara. Dapatkah Anda berikan contoh lainnya?
Sumber : e-dukasi.net
Id.wikipedia.org
<Sebelumnya   Selanjutnya>
Copyright&copy2009 e-smartschool.